Nov 25 2009

terpikir perangkap bernama lift

Published by goklas under Uncategorized

Kisah nyata. Terjadi sore ini. Pintu lift terbuka. Hanya seorang berada didalamnya. Teman sekantor. Kami saling menyapa. Dia keluar, akupun masuk sambil terus membaca email yang masuk lewat BerryItem.

Pintu lift menutup, seiring aroma tak sedap menyeruak. Ups…sepertinya ada yang baru buang angin! Lift berhenti di Ground Floor. Pintu terbuka. Seorang karyawati Bank Mandiri yang cukup manis masuk. Gawat! pikirku sambil mencari alasan untuk pura pura tidak tau ada bau busuk, sambil terus menggeser trackball.

Benar saja. Baru saja pintu lift menutup, hidung si manis juga tertutup. Jempol dan telunjuk tangan kirinya bekerja untuk itu. Lift serasa lambat bergerak menuju lantai empat dimana ruanganku berada. Selama lift bergerak dengan lemah gemulainya, si manis menambah pertahanan. Bukan hanya menutup hidung, juga mengibasngibaskan amplop coklat yang dibawanya.

Suasana sangat mencekam. Selain karena bau busuk yang memenuhi setengah ruangan lift [yeah...kurang lebih...karena kalau penuh kami pasti sudah pingsan sebelum lantai dua], juga karena lift betah hanya mengangkut kami didalamnya. Aku gelisah diantara bau busuk yang kurang ajar, sambil terus menggeser trackball yang tak berguna apa apa. Karena semua email sudah aku baca.

Tiba di lantai tiga, pintu lift terbuka. Si Manis keluar. Sepertinya dia lega sekali. Tangan kiri sudah melepas hidung, namun tangan kanan masih mengibas amplop. Dem!! Buru buru aku pencet tombol penutup. Agar lift segera melaju ke lantai empat.

Mungkin ini yang disebut gede rasa, atau GR karena aku merasa, pasti si manis berpikir akulah yang menyebar bau laknat tadi. Semakin GR, membayangkan dia akan langsung bercerita kepada teman teman sekantornya. Wanita wanita yang sehari hari bertemu di lift ini. Yang beberapa diantaranya pasti sering aku temui, saat melakukan transaksi di Bank Mandiri.

Rasa GRku tadi cepat berganti dengan rasa kasihan kepada diri sendiri. Karena ketahuan bertahan dalam pusaran badai amoniak dalam lift. Saling bergantian dengan perasaan menyesal, kenapa tidak keluar lift begitu pintu terbuka di Ground Floor.

Comments Off

Nov 24 2009

Pasrah Beriman

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Rabu 25 November 2009:

Ke dalam tanganMulah kuserahkan nyawamu; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mazmur31:6)

Kepasrahan sering diidentikkan dengan keikhlasan menderita atau bahkan mati.  Sebab itu bagi orang-orang moderen kepasrahan acap juga dikonotasikan sebagai sesuatu yang negatif. Pasrah diartikan kepasifan, putus asa, penghentian usaha, stop berjuang.

Hari ini kita diajak memahami kepasrahan dengan nada lain. Pasrah bukan berarti penerimaan yang gampang terhadap suatu keadaan apalagi keputusasaan. Kepasrahan tidak perlu diidentikkan dengan kegagalan, kekalahan atau bahkan kematian. Sang pemazmur pasrah kepada Allah dan lantas dibebaskan oleh Allah. Kepasrahannya kepada Allah justru membawanya kepada kemenangan dan kehidupan.

Begitu jugalah dengan orang-orang beriman sepanjang jaman. Kita didorong pasrah menyerah  kepada Allah bukan karena putus asa melainkan justru karena kita sungguh percaya Allah sanggup dan mau membebaskan kita. Kepasrahan kita bukanlah penyerahan diri kepada nasib buruk yang tidak terelakkan, tetapi kepercayaan penuh kepada Allah yang berkuasa mengubah keadaan dan menyelamatkan.Dengan singkat:  kita adalah orang-orang yang pasrah beriman. Menyerahkan diri kepada Allah dan menang.

Doa:

Ya Allah, kepadaMulah kami percayakan seluruh hidup dan masa depan kami. Peliharalah kami. Engkaulah Allah kami, Pembela yang setia, kepadaMulah kami menyerahkan tubuh, jiwa dan roh kami agar kami memperoleh kemenangan. Ya Allah, berkatilah perjuangan dan usaha kami membuat kehidupan dan diri kami lebih baik. Namun bekerja jugalah Tuhan melampaui apa yang bisa kami lakukan. Kami percaya kepadaMu demi nama Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Comments Off

Nov 23 2009

Menuju Kemenangan Kebenaran

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Selasa 24 November 2009:

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2 Timotius 4:8)

Ini adalah ucapan Rasul Paulus di usia lanjutnya ketika dia merasa kematiannya sudah dekat. Ibarat seorang pelari marathon dia merasa telah mencapai garis akhir atau finish dan menang dan siap-siap menerima hadiah. Apa yang akan diterima oleh seorang atlit yang menang pada jaman dahulu? Mahkota daun. Apa yang akan diterima oleh seorang yang  yang berhasil menenangkan imannya seperti Paulus? (more…)

Comments Off

Nov 22 2009

Siap Sedia Selalu

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Senin 23 November 2009:

Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala! (Lukas 12:35)

Pada masa lalu ikat pinggang dan pelita adalah perlengkapan untuk melakukan perjalanan. Mode pakaian bukan seperti kita sekarang, melainkan model jubah seperti yang masih digunakan masyarakat tradisional Timur Tengah.  Tanpa pinggang terikat orang sulit berjalan cepat. Selanjutnya juga kita tahu jaman itu belum ada mobil atau motor, juga lampu listrik penerang jalan. Artinya perjalanan sebagian besar dilakukan dengan berjalan kaki atau menaiki kuda. Kemana-mana orang harus membawa pelita, dan pelita itu harus tetap cukup minyaknya. Artinya: siap sedialah selalu!

Yesus menasihati murid-muridNya dulu dan sekarang agar (more…)

Comments Off

Nov 22 2009

terpikir sebuah band bernama KLa Project

Published by goklas under Uncategorized

Kehadiran mereka meramaikan blantika musik Indonesia, duapuluh tahun yang lalu cukup menarik perhatian. Menurutku, apa yang terjadi ketika mereka melepas Tentang Kita sebagai single pertama, digambarkan dengan baik pada sampul album perdana mereka yang bergambar radio jatuh. Ada yang berbeda dari kehadirannya. Begitu yang terjadi selanjutnya dalam perjalanan karir mereka.

Untuk urusan album [dalam arti kemasan] seingatku hanya album ketiga, yang mereka beri judul sesuai lagu di album tersebut. Pasir Putih. Selebihnya, berbeda dari album rekaman lain, mereka selalu memberi tema sendiri untuk tiap album. Termasuk misalnya, memberi warna ungu pada album keempat yang memang berjudul Ungu.

Sikap berbeda dari penyanyi lain [group, duo maupun solo] mereka juga hampir tidak pernah memasang foto personil [dengan pose mejeng] di albumnya. Kecuali satu kali pada album yang diberi tajuk Sintesa. Selebihnya mereka selalu memberi sentuhan artistik yang berbeda untuk tiap album. Mereka juga, lewat sang vokalis yang menulis sebagian besar lirik lagunya, memperkenalkan lagi kosakata dalam bahasa Indonesia yang seolah terlupa. Sebutlah misalnya, terpuruk, nelangsa atau ratus.

Menurutku, album Kedua adalah puncak pencapaian sisi komersil mereka. Bukan berarti album yang lain tidak memberi sesuatu buat mereka. Karena menurut pengakuan mereka, justru di album Sintesa pencapaian musikalitas mereka berada di puncak. Kukatakan begitu, karena melalui album Kedua inilah mereka mulai dikenal luas. Bahkan sebuah lagu yang tadinya ‘hanya’ single kedua dialbum ini, lebih populer dibanding single pertamanya. pemilihan judul album juga menandai urutan keluarnya album ini di pasaran. Penamaan album yang mereka ulangi lagi lewat album kelima yang diberi judul Kelima [dengan lambang lima dalam angka Romawi].

Untuk ukuran sebuah group band, idealisme dan kekompakan mereka sebenarnya juga layak dipuji. Saat band lain didera gonta ganti personil, mereka tidak menambah personil meski sempat ditinggal penabuh drumnya sejak album Kedua. Mereka hanya mengambil pemain tambahan dalam setiap penampilan panggung dan rekaman. Mereka juga tidak mencari pengganti pemain basnya, saat setelah album pertama, sang vokalis memutuskan untuk konsentrasi pada urusan vokal [dan menulis sebagian besar lirik lagu] daripada memetik bas.

Beberapa tahun yang lalu, mereka dikabarkan bubar. Sang pemain gitar meninggalkan [atau dikeluarkan? :-p] dari group. Tinggallah sang vokalis dan pemain keyboard. Entah dengan alasan idealisme atau alasan lain, kedua personil yang tersisa, sepakat untuk melanjutkan perjalanan musik mereka. Namun ada yang berbeda. Sepertinya berhubungan dengan pemilik hak cipta atas nama group terdahulu, kedua personil yang tersisa akhirnya menggunakan nama baru bagi bandnya. Ditambah lagi dengan adanya beberapa pemain alat musik baru. Termasuk mantan pemetik bas dari sebuah band besar, yang akhirnya keluar juga dan membentuk band sendiri. Ya, pemain tambahan diangkat sebagai anggota band dan ikut rekaman. Tanpa embel embel pemain tambahan [additional player].

Sayangnya, Band baru dengan ‘nama baru’ [meski 'bau' nama band lama masih tersisa] tidak bergaung. Sepertinya memang sekarang bukan lagi jaman mereka. Meski musik tidak jauh berbeda dan lirik masih tetap puitis sebagaimana dulu diawal karir. Waktu telah berubah sejak mereka melantunkan Tentang Kita, dua pulu tahun lalu. Banyak band baru yang bermunculan. Dan selera pasar, tidak memihak kepada mereka lagi. Mereka kalah dengan band band setelah mereka.

Setahun terakhir, sang gitaris kembali lagi. Mereka mengeluarkan mini album berisi empat lagu. Dua lagu lama yang diaransemen ulang, sisanya lagu baru. Untuk menegaskan kembali bersatunya mereka bertiga [vokalis, pemain keyboard dan pemetik gitar] mereka menambahkan kata Return dalam nama band mereka. Mereka juga menggelar konser di Djakarta Theater, untuk menandai kembalinya mereka ke blantika musik Indonesia.

Aku pikir, pesan kehadiran kembali cukuplah dengan mengeluarkan mini album, penambahan kata Return dalam nama group, dan konser dimana mereka tampil bertiga. Setelah itu harusnya mereka menelurkan album baru lagi. Entah dengan lagu baru dan konsep baru, atau dengan lagu baru, racikan musik lama. Juga, bukan sekedar merekam ulang lagu lama dan diberi judul The Best Of.

Namun sepertinya harapanku itu, baru sebatas harapan. Sepertinya, mereka belum mengeluarkan album baru. Malah, kesannya mereka sedang menikati kebesaran masa lalu, dengan menggelar konser reuni tanggal empat Desember yang akan datang. Terbayang bahwa penontonnya masihlah mereka yang dahulu menyenangi group tersebut. Belum bisa menambah penggemar baru, atau bahkan merebut penggemar band yang ngetop saat ini.

Kemungkinan besar penonton Konser Reuni ini adalah mereka yang rindu dan ingin melantunkan lagu, Tentang Kita, Rentang Asmara, Terpurukku di Sini, Menjemput Impian, Semoga dan diakhiri dengan koor raksasa melantunkan Jogjakarta, masterpice mereka. Hendak kemanakah KLa Project yang fenomenal dahulu?

Comments Off

Nov 21 2009

Gunung Sindur: Kemewahan Yang Tersisa

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Jumat malam 20 November.  Dari halamannya yang penuh pepohonan Gereja HKBP Gunung Sindur tampak terang-benderang oleh cahaya neon. Saya memarkir mobil di bawah pohon rambutan. Belasan motor sudah nampak diparkir di halaman bawah. Beberapa sintua dan anggota jemaat tampak sibuk menggeser-geser kursi-kursi plastik gereja agar rapi dengan menimbulkan suara berderek-derek. Saya langsung masuk konsistori. Seorang sintua langsung menawarkan bandrek yang serta-merta saya jawab iya. Bandrek hangat pun datang disertai ketupat. Wow. Rasanya Tahun Baru makin dekat saja. Seperti biasa para sintua Gunung Sindur yang sebagian besar par-tambal  itu langsung terlibat dalam canda khas dan ledek-ledekan menggelitik.  Lewat jendela konsistori yang terbuka lebar saya tertegun melihat cahaya berpendar di empang (milik orang) di belakang gereja. Seandainya empang itu milik gereja alangkah indahnya! Tapi berhubung bukan atau belum, cukuplah saya menikmati keindahannya saja.

Tepat pukul delapan malam, (more…)

Comments Off

Nov 20 2009

Yang Penting & Lebih Penting

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Sabtu 21 November 2009:

Sebab hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian. (Lukas 12:43)

Makanan dan pakaian adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Sebab itu kita sangat membutuhkannya. Tanpa makanan kita akan mati. Tanpa pakaian kita tidak bisa hidup sebagai manusia beradab.

Di jaman moderen ini kebutuhan kita manusia bertambah banyak. Selain rumah dan berbagai perabotan penunjang kita juga sangat membutuhkan alat transportasi dan komunikasi. Bagi banyak orang komputer dan telepon seluler telah menjadi kebutuhan dan karena itu dianggap penting. Satu lagi yang sangat dianggap penting di jaman kita: uang. Dengan bantuan uanglah kita melakukan sebagian besar aktifitas kita sehari-hari masa kini. Sebab itu mungkin kita sepakat bahwa tidak ada orang yang waras jiwanya di masa kini akan mengatakan tidak butuh makanan, pakaian, rumah, alat transportasi dan komunikasi, serta uang.

Tuhan Yesus tidak menafikan semua kebutuhan (more…)

Comments Off

Nov 20 2009

Nenek Minah

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

copy-of-minah.jpg

Comments Off

Nov 19 2009

Sapi No 435

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Pukul 19.25. Malam terasa sangat basah. Saya sedang dalam perjalanan menuju tempat kebaktian di kawasan BSD. Seperti biasa saya menyalakan radio Elshinta walaupun malam itu  sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan info lalu lintas. Menjelang German Centre tiba-tiba saya mendengar Elshinta menyiarkan berita gawat: seekor sapi dikabarkan telah jatuh dan melarikan diri dari mobil yang membawanya tak jauh dari pintu tol Pondok Ranji. Saya tersentak dan memasang kuping baik-baik. Saya pun serius menyimak percakapan Elshinta dengan pemilik sapi, seperti layaknya mendengar rekaman percakapan Anggodo yang dibuka di Sidang Majelis Konstitusi.

Sapi itu berwarna putih. Di punggungnya ada cap nomor 435. Menurut pengakuan pemilik yang kalau tak salah bernama Pak Rego sapi dibawa dari Jonggol dengan mobil L300. Seluruhnya ada empat sapi. Empat sapi dibawa naik mobil L300?  Ya ampun. Tanya penyiar radio. Saya senyum sendiri. Tidak terlalu besar kok sapinya. Namun jelang pintu tol sapi roboh. Yang seekor langsung melarikan diri. Arah mana Pak? Diperkirakan ke arah BSD. Supir membiarkannya sebab harus menjaga tiga sapi yang lain. Oke kami akan koordinasi dengan petugas tol.  Sapinya sudah ketemu? Belum. Oh sapi yang malang. Dimanakah engkau? Jangan menyeberang sebab itu membahayakan dirimu dan  juga pengendara jalan, kata saya dalam hati. Tiba-tiba: gedebuk. Mobil saya terguncang keras.  Saya kaget sekali. Apa gerangan? Kayaknya saya menabrak batas jalan. Oh. Dasar sapi! :-)

Daniel T.A. Harahap

Comments Off

Nov 19 2009

Yang Kehilangan Akan Mendapatkan

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Jumat 20 November 2009:

Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. (Markus 8:35)

Dalam hidup ini kita diminta agar menjaga keselamatan, selalu hati-hati dalam bertindak, memperhitungkan risiko dan bersikap rendah hati. Sikap semberono dan serampangan seharusnya dihindarkan. Masalah sebaiknya diatasi dan konflik ditangani dengan baik serta diselesaikan. Bahaya dan malapetaka tidak perlu diundang. Dan jangan bunuh diri.

Namun hari ini seolah-olah kita mendapatkan kesan yang sebaliknya. (more…)

Comments Off

Next »

breast enhancement