Nov 22 2009

terpikir sebuah band bernama KLa Project

Published by goklas under Uncategorized

Kehadiran mereka meramaikan blantika musik Indonesia, duapuluh tahun yang lalu cukup menarik perhatian. Menurutku, apa yang terjadi ketika mereka melepas Tentang Kita sebagai single pertama, digambarkan dengan baik pada sampul album perdana mereka yang bergambar radio jatuh. Ada yang berbeda dari kehadirannya. Begitu yang terjadi selanjutnya dalam perjalanan karir mereka.

Untuk urusan album [dalam arti kemasan] seingatku hanya album ketiga, yang mereka beri judul sesuai lagu di album tersebut. Pasir Putih. Selebihnya, berbeda dari album rekaman lain, mereka selalu memberi tema sendiri untuk tiap album. Termasuk misalnya, memberi warna ungu pada album keempat yang memang berjudul Ungu.

Sikap berbeda dari penyanyi lain [group, duo maupun solo] mereka juga hampir tidak pernah memasang foto personil [dengan pose mejeng] di albumnya. Kecuali satu kali pada album yang diberi tajuk Sintesa. Selebihnya mereka selalu memberi sentuhan artistik yang berbeda untuk tiap album. Mereka juga, lewat sang vokalis yang menulis sebagian besar lirik lagunya, memperkenalkan lagi kosakata dalam bahasa Indonesia yang seolah terlupa. Sebutlah misalnya, terpuruk, nelangsa atau ratus.

Menurutku, album Kedua adalah puncak pencapaian sisi komersil mereka. Bukan berarti album yang lain tidak memberi sesuatu buat mereka. Karena menurut pengakuan mereka, justru di album Sintesa pencapaian musikalitas mereka berada di puncak. Kukatakan begitu, karena melalui album Kedua inilah mereka mulai dikenal luas. Bahkan sebuah lagu yang tadinya ‘hanya’ single kedua dialbum ini, lebih populer dibanding single pertamanya. pemilihan judul album juga menandai urutan keluarnya album ini di pasaran. Penamaan album yang mereka ulangi lagi lewat album kelima yang diberi judul Kelima [dengan lambang lima dalam angka Romawi].

Untuk ukuran sebuah group band, idealisme dan kekompakan mereka sebenarnya juga layak dipuji. Saat band lain didera gonta ganti personil, mereka tidak menambah personil meski sempat ditinggal penabuh drumnya sejak album Kedua. Mereka hanya mengambil pemain tambahan dalam setiap penampilan panggung dan rekaman. Mereka juga tidak mencari pengganti pemain basnya, saat setelah album pertama, sang vokalis memutuskan untuk konsentrasi pada urusan vokal [dan menulis sebagian besar lirik lagu] daripada memetik bas.

Beberapa tahun yang lalu, mereka dikabarkan bubar. Sang pemain gitar meninggalkan [atau dikeluarkan? :-p] dari group. Tinggallah sang vokalis dan pemain keyboard. Entah dengan alasan idealisme atau alasan lain, kedua personil yang tersisa, sepakat untuk melanjutkan perjalanan musik mereka. Namun ada yang berbeda. Sepertinya berhubungan dengan pemilik hak cipta atas nama group terdahulu, kedua personil yang tersisa akhirnya menggunakan nama baru bagi bandnya. Ditambah lagi dengan adanya beberapa pemain alat musik baru. Termasuk mantan pemetik bas dari sebuah band besar, yang akhirnya keluar juga dan membentuk band sendiri. Ya, pemain tambahan diangkat sebagai anggota band dan ikut rekaman. Tanpa embel embel pemain tambahan [additional player].

Sayangnya, Band baru dengan ‘nama baru’ [meski 'bau' nama band lama masih tersisa] tidak bergaung. Sepertinya memang sekarang bukan lagi jaman mereka. Meski musik tidak jauh berbeda dan lirik masih tetap puitis sebagaimana dulu diawal karir. Waktu telah berubah sejak mereka melantunkan Tentang Kita, dua pulu tahun lalu. Banyak band baru yang bermunculan. Dan selera pasar, tidak memihak kepada mereka lagi. Mereka kalah dengan band band setelah mereka.

Setahun terakhir, sang gitaris kembali lagi. Mereka mengeluarkan mini album berisi empat lagu. Dua lagu lama yang diaransemen ulang, sisanya lagu baru. Untuk menegaskan kembali bersatunya mereka bertiga [vokalis, pemain keyboard dan pemetik gitar] mereka menambahkan kata Return dalam nama band mereka. Mereka juga menggelar konser di Djakarta Theater, untuk menandai kembalinya mereka ke blantika musik Indonesia.

Aku pikir, pesan kehadiran kembali cukuplah dengan mengeluarkan mini album, penambahan kata Return dalam nama group, dan konser dimana mereka tampil bertiga. Setelah itu harusnya mereka menelurkan album baru lagi. Entah dengan lagu baru dan konsep baru, atau dengan lagu baru, racikan musik lama. Juga, bukan sekedar merekam ulang lagu lama dan diberi judul The Best Of.

Namun sepertinya harapanku itu, baru sebatas harapan. Sepertinya, mereka belum mengeluarkan album baru. Malah, kesannya mereka sedang menikati kebesaran masa lalu, dengan menggelar konser reuni tanggal empat Desember yang akan datang. Terbayang bahwa penontonnya masihlah mereka yang dahulu menyenangi group tersebut. Belum bisa menambah penggemar baru, atau bahkan merebut penggemar band yang ngetop saat ini.

Kemungkinan besar penonton Konser Reuni ini adalah mereka yang rindu dan ingin melantunkan lagu, Tentang Kita, Rentang Asmara, Terpurukku di Sini, Menjemput Impian, Semoga dan diakhiri dengan koor raksasa melantunkan Jogjakarta, masterpice mereka. Hendak kemanakah KLa Project yang fenomenal dahulu?

Comments Off

Nov 21 2009

Gunung Sindur: Kemewahan Yang Tersisa

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Jumat malam 20 November.  Dari halamannya yang penuh pepohonan Gereja HKBP Gunung Sindur tampak terang-benderang oleh cahaya neon. Saya memarkir mobil di bawah pohon rambutan. Belasan motor sudah nampak diparkir di halaman bawah. Beberapa sintua dan anggota jemaat tampak sibuk menggeser-geser kursi-kursi plastik gereja agar rapi dengan menimbulkan suara berderek-derek. Saya langsung masuk konsistori. Seorang sintua langsung menawarkan bandrek yang serta-merta saya jawab iya. Bandrek hangat pun datang disertai ketupat. Wow. Rasanya Tahun Baru makin dekat saja. Seperti biasa para sintua Gunung Sindur yang sebagian besar par-tambal  itu langsung terlibat dalam canda khas dan ledek-ledekan menggelitik.  Lewat jendela konsistori yang terbuka lebar saya tertegun melihat cahaya berpendar di empang (milik orang) di belakang gereja. Seandainya empang itu milik gereja alangkah indahnya! Tapi berhubung bukan atau belum, cukuplah saya menikmati keindahannya saja.

Tepat pukul delapan malam, (more…)

Comments Off

Nov 20 2009

Yang Penting & Lebih Penting

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Sabtu 21 November 2009:

Sebab hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian. (Lukas 12:43)

Makanan dan pakaian adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Sebab itu kita sangat membutuhkannya. Tanpa makanan kita akan mati. Tanpa pakaian kita tidak bisa hidup sebagai manusia beradab.

Di jaman moderen ini kebutuhan kita manusia bertambah banyak. Selain rumah dan berbagai perabotan penunjang kita juga sangat membutuhkan alat transportasi dan komunikasi. Bagi banyak orang komputer dan telepon seluler telah menjadi kebutuhan dan karena itu dianggap penting. Satu lagi yang sangat dianggap penting di jaman kita: uang. Dengan bantuan uanglah kita melakukan sebagian besar aktifitas kita sehari-hari masa kini. Sebab itu mungkin kita sepakat bahwa tidak ada orang yang waras jiwanya di masa kini akan mengatakan tidak butuh makanan, pakaian, rumah, alat transportasi dan komunikasi, serta uang.

Tuhan Yesus tidak menafikan semua kebutuhan (more…)

Comments Off

Nov 20 2009

Nenek Minah

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

copy-of-minah.jpg

Comments Off

Nov 19 2009

Sapi No 435

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Pukul 19.25. Malam terasa sangat basah. Saya sedang dalam perjalanan menuju tempat kebaktian di kawasan BSD. Seperti biasa saya menyalakan radio Elshinta walaupun malam itu  sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan info lalu lintas. Menjelang German Centre tiba-tiba saya mendengar Elshinta menyiarkan berita gawat: seekor sapi dikabarkan telah jatuh dan melarikan diri dari mobil yang membawanya tak jauh dari pintu tol Pondok Ranji. Saya tersentak dan memasang kuping baik-baik. Saya pun serius menyimak percakapan Elshinta dengan pemilik sapi, seperti layaknya mendengar rekaman percakapan Anggodo yang dibuka di Sidang Majelis Konstitusi.

Sapi itu berwarna putih. Di punggungnya ada cap nomor 435. Menurut pengakuan pemilik yang kalau tak salah bernama Pak Rego sapi dibawa dari Jonggol dengan mobil L300. Seluruhnya ada empat sapi. Empat sapi dibawa naik mobil L300?  Ya ampun. Tanya penyiar radio. Saya senyum sendiri. Tidak terlalu besar kok sapinya. Namun jelang pintu tol sapi roboh. Yang seekor langsung melarikan diri. Arah mana Pak? Diperkirakan ke arah BSD. Supir membiarkannya sebab harus menjaga tiga sapi yang lain. Oke kami akan koordinasi dengan petugas tol.  Sapinya sudah ketemu? Belum. Oh sapi yang malang. Dimanakah engkau? Jangan menyeberang sebab itu membahayakan dirimu dan  juga pengendara jalan, kata saya dalam hati. Tiba-tiba: gedebuk. Mobil saya terguncang keras.  Saya kaget sekali. Apa gerangan? Kayaknya saya menabrak batas jalan. Oh. Dasar sapi! :-)

Daniel T.A. Harahap

Comments Off

Nov 19 2009

Yang Kehilangan Akan Mendapatkan

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Jumat 20 November 2009:

Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. (Markus 8:35)

Dalam hidup ini kita diminta agar menjaga keselamatan, selalu hati-hati dalam bertindak, memperhitungkan risiko dan bersikap rendah hati. Sikap semberono dan serampangan seharusnya dihindarkan. Masalah sebaiknya diatasi dan konflik ditangani dengan baik serta diselesaikan. Bahaya dan malapetaka tidak perlu diundang. Dan jangan bunuh diri.

Namun hari ini seolah-olah kita mendapatkan kesan yang sebaliknya. (more…)

Comments Off

Nov 19 2009

Marandus Siait

Published by hojotmarluga under Uncategorized

Comments Off

Nov 18 2009

Roh Kudus Bersaksi. Tapi Kamu Juga.

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Kamis 19 November 2009:

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.  (Yohanes 15:26-27)

Kita semua, tanpa kecuali, dipanggil untuk bersaksi kepada dunia ini siapa dan bagaimana Yesus Kristus yang kita imani. Tugas panggilan bersaksi itu kita terima dari Yesus Kristus sendiri. Kamu adalah saksi dari semuanya ini (Lukas 24:48). Kamu akan menerima Roh Kudus dan menjadi saksiKu mulai dari Yerusalem sampai ujung bumi. (Kis 1:8).

Para rasul taat kepada panggilan bersaksi itu. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. (Kis  2:32). Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, (more…)

Comments Off

Nov 17 2009

“Pesta Ultah” Ruma Metmet

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

 dua-tahun-rumametmet-2009.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

26 November nanti Blog Ruma Metmet berusia dua tahun. Sempat terbersit di hati saya  ingin membuat pesta ulang tahun, semacam pesta ultah anak-anak kota jaman sekarang, lengkap kue tart berlilin dan balon warna-warni. Namun niat itu buru-buru saya urungkan. Bukan karena negeri ini sedang prihatin dengan masalah kriminalisasi (peng-impoten-an?) KPK dan pelacuran hukum, namun karena saya  ingin pesta ultah dilakukan tetap di Ruma Metmet sendiri atau di dunia maya bukan di negeri nyata.  Namun masalahnya saya tidak tahu bagaimana caranya membuat pesta di dunia maya apalagi dengan kue tart dan balon virtual.

Sebab itu daripada pusing-pusing  memikirkan bagaimana membuat pesta di dunia maya, mending saya mengajak kawan-kawan bercakap-cakap. Bukan hanya sekadar untuk memuji-muji (atau sebaliknya memaki-maki) rumah kecil dan sederhana yang saya dirikan ini, melainkan tentang peran dan kedudukan blog-blog di negeri bernama Indonesia, lebih sempit di komunitas Kristen Batak moderen. Setelah munculnya Facebook sebagai “pilar kelima” demokrasi, masih tetap bermakna dan relevankah blog tunggal ala warung ujung gang seperti Ruma Metmet ini? Dari sini kemanakah kita harus pergi? Atau jika pertanyaan-pertanyaan itu  tidak menarik, bisakah menduga apa yang terjadi dengan diri saya jika tiba-tiba dipaksa berhenti menulis di Ruma Metmet ini? :-)

Comments Off

Nov 17 2009

Sorga Mendekat

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Rabu 18 November 2009:

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Markus 10:7)

Biasanya kita membayangkan sorga (juga Allah)  nun jauh di sana, yang hanya dapat dicapai sesudah kita mati dan di masa depan yang tidak terperi. Sebab itu dalam hati banyak orang ada pendapat hanya melalui kematian sajalah kita dapat mencapai sorga tersebut.

Namun hari ini kita mendapat pemahaman sebaliknya. Yesus mengatakan Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah justru telah dan sedang mendatangi kita. Kita tidak perlu  pergi jauh-jauh entah kemana untuk meraih sorga itu sebab sorga itu justru telah turun menghampiri kita. Kita tidak perlu mengembara dan bertapa mencari Allah sebab Dia sendiri yang datang menjumpai kita. Kerajaan sorga telah datang ke dunia. Allah Sang Raja telah masuk ke dalam kenyataan hidup kita.

Pertanyaan sekarang: apa dan bagaimana kita selayaknya menyambut kemuliaan sorga yang mendekat mendatangi hidup kita di dunia ini? Apakah jawaban kita terhadap Allah yang berkenan memasuki dan hadir dalam realitas hidup kita? Selanjutnya bagaimana kita ikut meneruskan berita ini supaya semakin banyak orang merasakan dan mengalami kedatangan sorga dan Allah dalam hidupnya juga?

Doa:

Ya Allah, jiwa kami bersyukur sebab Engkau telah datang dan hadir dalam hidup kami.  Apa dan bagaimana sepantasnya kami menyambut kehadiranMu dalam realitas hidup kami? Ya Allah, mampukanlah kami mengubah dan membaharui hidup kami agar sesuai dengan kasih dan kemuliaanMu yang telah Kaunyatakan dalam hidup kami itu. Dan biarlah kami  mewartakan kedatangan sorgaMu itu ke sekitar kami agar semakin banyak orang merasakan kasihMu dan memuliakan namaMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Comments Off

Next »

breast enhancement