Apr
30
2009
Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Ini masalah sensitif di HKBP? Ya. Sejak dulu. Sebab itu tidak perlu takut membicarakannya. Wacana pemindahan Kantor Pusat HKBP dari Pearaja-Tarutung (kurang-lebih 300 kilometer, delapan jam perjalanan dari Medan) bukan isu baru. Sebagian berpendapat, termasuk saya dulu, HKBP bagaimanapun juga harus tetap berkantor pusat di Pearaja. Alasan utama ada dua. Pertama: alasan historis. Bagaimanapun HKBP harus menghargai sejarahnya yang bermula dari Tanah Batak. Lahan sempit Pearaja itu telah menjadi saksi dan simbol sejarah HKBP yang sangat panjang. Dan walaupun tidak pernah diformalkan Pearaja yang menjadi kediaman Eforus atau pemimpin tertinggi HKBP dalam hati dianggap menjadi “kampung suci” HKBP yang sangat berguna memberi ketenteraman hati bagi warga HKBP di Tanah Batak dan di daerah-daerah perserakannya. Kedua: alasan keberpihakan. Dengan tetap memilih secara sadar berkantor pusat di kampung Tarutung, jauh dari pusat kekuasaan, ekonomi dan informasi (juga hiburan), HKBP mau menyatakan keberpihakannya kepada petani-petani desa sederhana di Tapanuli. HKBP tetap ingin tinggal bersama warganya yang miskin dan sebagian besar tertinggal itu. Secara teologis saya pikir itu baik.
Namun saya mengaku telah berubah pikiran dan tidak lagi kukuh berpendapat bahwa Kantor Pusat HKBP harus di Pearaja Tarutung. Saya sekarang malah mau menyarankan agar Kantor Pusat dipindahkan - bukan ke Pematang Siantar atau Medan seperti pernah dulu diwacanakan - tetapi sekalian ke Jakarta. Alasan saya ada (more…)
Apr
30
2009
Almanak Jumat 1 Mei 2009:

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)
Agaknya semua kita punya atau pernah punya sahabat. Dan kita semua pastilah juga berusaha mengasihi-dikasihi sahabat kita. Namun siapa yang mau memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya? Mungkin untuk anak sendiri kita mau berkorban apa saja - dalam kondisi sangat darurat mungkin nyawa - namun untuk sahabat? Siapa sanggup? (more…)
Apr
30
2009
Almanak Jumat 1 Mei 2009:

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)
Agaknya semua kita punya atau pernah punya sahabat. Dan kita semua pastilah juga berusaha mengasihi-dikasihi sahabat kita. Namun siapa yang mau memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya? Mungkin untuk anak sendiri kita mau berkorban apa saja - dalam kondisi sangat darurat mungkin nyawa - namun untuk sahabat? Siapa sanggup? (more…)
Apr
29
2009
Almanak Kamis 30 April 2009:

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)
Apakah kita harus memakan sebanyak-banyaknya agar tidak merasa kurang? Apakah kita harus memiliki segala-galanya agar merasa cukup? Dan memuaskan seluruh keinginan agar merasa senang? Jika jawabannya ya, percayalah, walaupun tidak ada satupun yang bisa membuat kita merasa cukup, termasuk Tuhan dengan seluruh kebajikan dan berkatNya. Walaupun kita telah memiliki, mencapai dan memperoleh begitu banyak kekayaan, prestasi dan kesenangan tetap saja kita akan merasa kurang, kurang dan kurang.
Namun jika kita menjawab “tidak” terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas, maka (more…)
Apr
29
2009
Menyediakan Aneka Masakan Khas Batak.
- P.siahaan/br. Pardede
- Jl.Pulomas Barat XI No.13A Kayuputih Jakarta Timur
- Telp. 021-4883059
- Fax.021-47861423
- 081386450578 - 081381052344 - 68444758 - 68444746
Apr
29
2009
Terus terang, hati dan dada saya begitu bergetar ketika membaca berita mengenai seorang anak yang baru berumur 12 tahun yang berjuang dengan begitu tulus untuk merawat adiknya Ucok(bukan nama sebenarnya) yang menderita penyakit HIV. Dia seorang manusia kecil yang ditinggal mati oleh ibunya akibat penyakit yang sama. Ayahnya yang diduga orang yang menularkan penyakit HIV [...]
Apr
29
2009
Oleh: Ingkan Tiara Simanjuntak.
28 April 2002. Mama ulang tahun hari ini. Hari libur pula. Senang hatiku, turun tangga ke kamar makan membawa kado untuk Mama. Mama sudah di bawah dengan secangkir kopi dan rokok kesukaannya. Setelah cium pipi kiri-kanan aku bertanya, “Kemana Bapak, Ma?”, jawab Mama, “Oh, lagi ganti plat mobil, kak. Nanti kita rencana mau ke lontong sayur Kemanggisan, untuk makan siang kita, dan keluarga Onkel No, mereka mau bawa cheesecake lho untuk ulang taun Mama”. Aku mengangguk senang, dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. Kembali ke ruang makan, ngobrol dengan Mama, Ompung.
Kejadian selanjutnya berlangsung cepat sekali. (more…)
Apr
28
2009
Almanak Rabu 29 April 2009:
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7)
Tuhan sangat mengasihi kita. Dia pasti menjawab dan mengabulkan doa kita. Itu sudah kita tahu dan sering kita dengar diucapkan. Persoalan: apakah sebenarnya yang ingin kita minta? Apakah sesungguhnya yang kita cari dalam hidup ini? Dan untuk apakah sebetulnya kita mengetok pintu?
Jujur, sebenarnya kita sering tidak tahu apa yang sangat kita butuhkan dan inginkan dalam hidup ini. Sebab itu dalam doa kita kadang meminta apa yang justru tidak kita perlukan dan sebaliknya lupa meminta apa yang kita paling butuhkan. Atau kita meminta segalanya tanpa berpikir panjang apakah yang kita minta itu memang kita perlukan atau tidak. (more…)
Apr
28
2009
Apakah penggemar Sansang dan Panggang babi lapo tuak akan bisa terkena virus ini ?
Apakah para raja adat yang saban sabtu ke pesta adat akan rawan juga terhadap penyebaran virus ini ?
Apa sih sebenarnya virus flu babi ini ?
Kenapa juga hewan yang merupakan makanan favorit dan yang tidak bisa lepas dari budaya suku batak ini harus [...]
Apr
27
2009

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap
Terima kasih kepada Santi Simanjuntak yang pertama kali mengundang saya ke kampung Feizbuk. Saya ingat lama saya hanya diam dan bingung di kampung besar feizbuk ini karna tak paham apa yang mesti dilakukan. Saya tak mencatat kapan persisnya pencerahan itu terjadi. Tiba-tiba saja saya menemukan Feizbuk ini adalah suatu dunia baru yang sangat hebat. Saya bukan saja bisa bertemu dengan begitu banyak orang baru atau lama, atau setengah baru setengah lama, namun juga bisa mengekspresikan pikiran dan perasaan saya dengan bebas. Sekaligus menerima ekspresi orang lain.
Terus terang saya tidak berminat mencoba segala macam fitur dan asesoris yang disediakan feizbuk. Selain tidak begitu pintar dalam teknologi saya mungkin juga sudah terlalu tua untuk genit-genitan (more…)