Archive for October, 2009

Oct 31 2009

terpikir penyelesaian cicak vs buaya

Published by goklas under Uncategorized

Tergelitik, merasa lucu sekaligus kesal membaca detik siang ini. Soal usulan pentingnya membentuk penyelidik independen untuk menyelesaikan permasalahan [kalau tidak mau disebut sebagai perseteruan] antara Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] dan Kepolisian Republik Indonesia [Polisi]. Ditambah lagi hal tersebut diusulkan seorang wakil rakyat.

Mungkin niatnya baik. Agar permasalahan yang ada dan sedang menyedot perhatian publik, beberapa hari terakhir dapat selesai. Dan kedua institusi dapat melanjutkan tugasnya masing-masing. Sesuatu hal yang patut didukung mestinya.

Namun menurutku, justru semangat pembentukan penyelidik [entah apapun nama dan bentuknya kelak kalau jadi dibentuk] adalah awal permasalahan yang sedang terjadi saat ini. Tidak bisa dipungkiri, persoalan yang sedang terjadi sekarang diawali dari ‘perseteruan’ antara Polisi dan KPK. Bagaimana seorang petinggi Polisi menganalogikan institusinya sebagai buaya dan institusi lain yang memang baru dibentuk, sebagai cicak. Sama-sama binatang melata, meski berbeda tempat hidup.

Entah apa yang ada dalam benak pak Polisi waktu menyampaikan analogi seperti itu pada wartawan Tempo. Namun yang aku tangkap, ada semacam perasaan yang satu lebih hebat dari yang lain. Perasaan yang satu lebih pintar dari yang lain. Perasaan yang aku rasa sah saja, bila diandaikan bahwa yang lebih dahulu dibentuk pastilah punya pengalaman lebih berjibun dari yang dibentuk belakangan.

Namun sepertinya pak Polisi lupa. Pembentukan KPK, juga komisi dan lembaga lain, hanyalah akibat dari tidak berjalannya fungsi lembaga yang harusnya bertugas untuk memberantas korupsi. Menurut pendapatku yang tidak terlalu mengerti ilmu tata negara apalagi ilmu hukum, memberantas korupsi cukup dijalankan oleh lembaga ‘biasa’ semacam Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.

Pelanggaran Undang Undang, bisa diendus oleh Polisi. Penuntutan atas pelanggaran, bisa dilakukan oleh Kejaksaan. Pengenaan vonis, apakah seseorang atau lembaga bersalah atau tidak dalam hal adanya dugaan pelanggaran peraturan, dilakukan oleh kehakiman. Sekali lagi ini hanya dari pandangan dari seorang awam.

Namun kenyataannya, untuk memberantas korupsi, pemerintah dan DPR merasa perlu membentuk KPK. Demikian juga dengan urusan lembaga lain. Dibentuklah Komisi Yudisial, dan berbagai komisi yang dibentuk oleh karena tidak berjalannya sistem yang ada. Oleh karena itu, menurutku, selain sebuah pemborosan dari sisi anggaran, pembentukan lembaga lembaga baru ini adalah sebuah kesiasiaan.

Tidak berjalannya lembaga yang telah ada, tidak perlu membuat dibentuknya lembaga baru untuk menggantikannya. Cukuplah Presiden sebagai Kepala Negara memberi teguran kepada pimpinan lembaga itu. Apalagi dengan pemilihan langsung sebagaimana yang sudah dilakukan oleh bangsa ini. Enampuluh persen suara rakyat merupakan modal yang cukup bagi seorang Presiden sebagai Kepala Negara [bukan Kepala Pemerintahan] untuk berbuat sesuatu. Sebagai Kepala Negara, Presiden berwenang menentukan arah perjalanan bangsa ini, tanpa takut dianggap sebagai intervensi terhadap lembaga lain yang mungkin dalam tata negara, dianggap sejajar dengan Presiden sebagai Kepala Negara.

Tapi semuanya kembali kepada keinginan dan kemauan. Meski tidak memilih beliau dalam pemilihan umum kemarin, Presiden sekarang tetaplah Presidenku juga. Jadi aku lebih mendukung kalau Presiden sebagai Kepala Negara, menengahi perselisihan yang ada. Daripada menyerahkan upaya penyelesaian yang ada kepada kedua pihak yang berselisih. Atau yang lebih menyedihkan lagi, membiarkan persoalan yang ada mengambang tanpa kejelasan.

Comments Off

Oct 29 2009

Apakah Alkitab Bermanfaat?

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Jumat 30 Oktober 2009:

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Judul di atas mungkin terasa sangat provokatif bagi banyak orang Kristen. Namun baiklah kita sadar bahwa kita memang sedang hidup di abad fungsional atau jaman yang sangat  mementingkan manfaat atau guna. Nilai suatu benda atau bahkan manusia sering ditentukan berdasarkan manfaat atau kegunaannya. Lebih spesifik: manfaatnya secara ekonomis. Semakin bermanfaat suatu benda, organisasi, jasa, atau bahkan orang makin tinggi pula dihargai. Sebaliknya makin tak jelas fungsi sesuatu itu makin mudah pula itu disingkirkan, ditinggalkan atau dibuang. (more…)

Comments Off

Oct 28 2009

Kenali Alkitab Sejak Dini

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Kamis 29 Oktober 2009:

Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (2 Timotius 3:15)

Itu adalah perkataan Rasul Paulus kepada Timotius, murid dan penerusnya. Sebagai seorang pekabar atau pelayan Injil  Timotius diingatkan agar tetap berpegang kepada kebenaran yang dia yakini sekalipun banyak orang justru meninggalkannya. Kesetiaan kepada kebenaran itulah sumber kekuatannya. Selanjutnya Rasul Paulus juga mengingatkan Timotius agar tetap bertekun membaca Kitab Suci yang telah dikenalnya sejak kecil. Pembacaan Kitab Suci itulah yang memberinya hikmat dan menuntunnya kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus.

Bagaimana dengan kita? (more…)

Comments Off

Oct 27 2009

Yesus Bangkit Kita Beriman

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Rabu 28 Oktober 2009:

Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. (Yohanes 2:22)

Iman Kristen berawal dan berdasar kepada kebangkitan Yesus. Sesudah Yesus  ditangkap dan disalibkan murid-murid tercerai-berai dan melarikan diri ketakutan. Hubungan mereka dengan Yesus putus total. Persekutuan murid bubar. Murid-murid menjauh sebab menyangka Guru mereka dan dikutuk dan dimurkai Allah karena mencoba merombak adat Yahudi. Dan mereka berpikir: jika Yesus Sang Guru dihukum Allah maka mereka pasti juga tidak akan luput. (more…)

Comments Off

Oct 27 2009

terpikir hari blog

Published by goklas under Uncategorized

Menyambut hari blog indonesia yang jatuh tanggal 27 Oktober, manusia kursi [terjemahan dari Chairman] pesta blog pertama dan kedua, menulis dalam akun twitternya masing-masing seperti ini :
@enda: Since 2000, blog is the weapon of choice to express urself online. Now there r FB & Twitter to try 1st before u graduated to blogs

@ndorokakung: analoginya mungkin gini, ngeblog itu sepak bola, microblogging itu futsal

Ada dua hal yang aku lihat sebagai benang merah yang melekat pada tulisan mereka. Pertama, fenomena twitter dan facebook, merupakan bagian dari blog. Kalau kata Enda [mudah mudahan tidak lancang menerjemahkan] facebook dan twitter adalah langkah awal dari kegiatan ngeblog. Sementara Wicak [alias ndorokakung], Twitter dianalogikan sebagai futsal.

Kalau dianalogikan futsal, mungkin seseorang aktif dengan microblogging karena kebelummampuannya ngeblog dengan ’serius’ dan kegemaran untuk mencoba sesuatu yang baru mumpung sedang ngetrend. Seperti layaknya pertandingan dan lapangan futsal yang sedang ngetrend belakangan ini. Bermain futsal bisa dan biasa dilakukan siapa saja. Mulai dari anak sekolah hingga pegawai kantoran.

Apapun istilah dan pendapat orang, fenomena microblogging dan blog, layak disyukuri. Terbukti selama tiga tahun berturut turut, pesta blogger yang diikuti oleh ratusan bahkan ribuan blogger dapat terlaksana. Bahkan tanggal 27 Oktober sebagai tanggal pertama sekali diadakannya pesta blogger, ditahbiskan secara ‘resmi’ oleh blogger sebagai hari blogger. Sebuah acara tumpengan diselenggarakan di warung Wetiga di daerah Jakarta Selatan.

Rasa syukur layak diucapkan, mengingat kegiatan ngeblog, bisa jadi merupakan sebuah hal yang tabu buat budaya bangsa ini. Aku bilang begitu, karena bangsa ini belum terbiasa dengan budaya ‘terbuka’. Ditambah lagi selama puluhan tahun, berada di bawah pemerintahan yang membudayakan keseragaman dan mengharamkan keterusterangan. Dengan blog, seseorang bebas bersuara [terutama melalui tulisan] untuk kemudian didengarkan, bukan hanya oleh bangsanya, namun seluruh dunia!

fenomena blak balakan seperti ini, tak pelak menimbulkan rasa khawatir, mengingat bahwa negara ini memeiliki UU ITE yang memiliki pasal karet yang bisa menjerat siapa saja yang dianggap menjelekjelekkan orang atau pihak lain. Untunglah ketakutan itu dapat diredam dengan pernyataan Bapak Tifatul Sembiring sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika yang baru pada pesta blogger 2009, yang menyatakan bahwa tidak akan ada blogger yang ditangkap.

Dengan perkembangan teknologi, perkembangan perangkat dan pertumbuhan pengguna situs jejaring, sekarang orang bisa menulis dimana saja melalui berbagai media, termasuk lewat Facebook dan Twitter. Sesuatu yang limabelas tahun yang lalu tidak banyak yang melakukannya.

Oleh karenanya, tetaplah bersuara. Tetaplah menuliskan apa yang terpikir dan layak dibagi kepada orang lain. Dengan tetap menulis, entah itu melalui microblogging [twitter] atau jejaring sosial [sebagaimana Facebook], kita dipaksa untuk melakukan beberapa hal.

Berdisiplin dalam menulis, agar blog tetap ramai dengan postingan. Banyak membaca, agar terbiasa dengan penyusunan kata yang tertata, dan pemilihan kata yang enak dibaca. Selain itu, berbeda dengan web generasi pertama, blog menawarkan interaksi antara penulis dan pembacanya. Dari sini akan terjalin pertemanan yang kemungkinan didasari oleh minat yang sama.

Tidak peduli apakah hanya memiliki salah satu atau bahkan memiliki ketiga fasilitas yang ada. Facebook, twitter atau blog. Karena toh ketiganya dapat disinkronisasi agar saling mendukung. Tulisan di blog bisa diselaraskan dengan catatan di Facebook. Demikian juga, postingan di twitter bisa diselaraskan dengan status di Facebook.

Ngeblog bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Bila belum memiliki kesempatan untuk menulis sebuah artikel panjang, sampaikan melalui 140 huruf di Twitter. Ketika ingin membuat tulisan yang lebih dalam panjang, tuliskan di blog. Bila ingin tulisan langsung dibaca oleh teman, tulislah di Facebook dan tandai teman yang diharapkan bisa dan mau memberikan komentar atas tulisan kita.

Dengan demikian tidak ada yang dianaktirikan karena kebetulan satu futsal, sementara lain adalah sepakbola lapangan. Dan yang lebih penting, jaringan pertemanan tetap terjaga.

Selamat hari blog! Tetaplah bersuara.

Comments Off

Oct 26 2009

Seminar Bolon: Hakristenon, Hamajuon & Habatahon

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

poster-seminar-bolon-2.jpg

Sabtu 14 November 2009 bertempat di Hotel Borobudur Jakarta akan diadakan Seminar Bolon Hakristenon, Hamajuon & Habatahon. Sejumlah tokoh telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Yaitu: Trimedya Panjaitan, Jisman Simanjuntak, Raden Pardede, Prof BA Simanjuntak, Edwin Pamimpin Situmorang, Pdt DR Jan Aritonang dan Pdt DR Andreas Yewangoe. Eforus HKBP Ompu i DR Bonar Napitupulu sebelum mengalami kecelakaan juga sudah bersedia sebagai keynote speaker. Kita harapkan beliau segera sembuh dan dapat hadir. Beberapa tokoh lain seperti Letjend TB Silalahi dan Jend Luhut B Panjaitan sudah dihubungi dan sedang menunggu konfirmasi. Jansen Sinamo “Mr Etos” sudah bersedia sebagai moderator. Yang lebih penting kesediaan dari Anda untuk berpartisipasi (marsidohot) dan menyumbangkan (manumpahi) pemikiran.

Seminar sehari yang digagas oleh Panitia Pembangunan HKBP Serp0ng ini memiliki tujuan ganda. Pertama menggumuli  wacana dan menghimpun pemikiran  kekristenan, kemajuan dan kebatakan yang sangat dibutuhkan oleh komunitas Kristen Batak sekarang dan sekaligus mengumpulkan dana bagi perluasan dan pembangunan HKBP Serpong. Biaya pendaftaran Rp 3 juta/ per orang. Ditransfer ke: Rekening Panitia Pembangunan HKBP Serpong: Bank Mandiri KCP Gading Serpong, No: 155-00-0941949-3 a.n. Drs Jupiter Sitorus / Silvia Sri Rejeki Panjaitan.

Informasi selanjutnya dan pendafataran dapat menghubungi: Torang Panjaitan (0811 9697 518), Erwin Simatupang (08119634 18). Hisar Situmorang (0878 8073 3667), David Samosir (0812 9955 945). Atau email: seminarbolon@gmail.com

Kembali ke halaman depan:

Comments Off

Oct 26 2009

Ya Tuhan Bukalah Hati Ini Agar Kami Mengerti

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Selasa 27 Oktober 2009:

Lalu Ia membuka pikiran mereka sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (Lukas 24:45)

Kita percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Alkitab memuat perkataan dan perbuatan Allah dalam dunia dan umatNya sepanjang sejarah. Memang kita tidak percaya kepada Alkitab sebagai sebuah atau sekumpulan buku melainkan kepada Allah yang hidup, mulia dan berkuas yang ditunjukkan Alkitab itu.  Kita tahu dan sadar Alkitab itu ditulis oleh manusia namun yang diilhamkan dan digerakkan oleh Roh Allah.

Penjelasan di atas membantu kita memahami dan menghayati ayat hari ini: berhubung Alkitab berasal dari Allah maka kita perlu (more…)

Comments Off

Oct 25 2009

Jangan Sesat!

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Senin 26 Oktober 2009:

Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! (Matius 22:29)

Ucapan Yesus yang sangat keras di atas ditujukanNya kepada orang-orang Saduki, yaitu kelompok elit Yahudi  yang tidak percaya kepada kebangkitan orang mati. Mereka ingin menjebak Yesus dengan mengajukan suatu kasus: menurut hukum jika seorang lelaki meninggal maka saudaranya harus menggantikan dia menikahi istri yang ditinggalkannya. Seorang perempuan suaminya meninggal, maka adik suaminya menggantikan dia. Lantas suaminya kedua meninggal lagi dan digantikan oleh adiknya lagi. Begitulah seterusnya. Pertanyaan: siapakah suami perempuan itu kelak pada hari kebangkitan? Yesus menjawab seperti di atas.

Orang Saduki sesat sebab  (more…)

Comments Off

Oct 23 2009

Firman Bak Hujan Bagi Tanaman

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Sabtu 24 Oktober 2009:

Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan. (Ulangan 32:2)

Seperti apakah kita melukiskan firman Tuhan atau pelajaran iman? Banyak. Yeremia  menggambarkan firman laksana api yang membakar dan palu yang dapat memecahkan batu (hati) keras. (Yer 23:29). Nabi Amos menggambarkan firman Tuhan bagaikan auman singa yang menggentarkan (Amos 3:8). Penulis Ibrani menghayatinya bagaikan pedang bermata dua yang sangat tajam yang mampu menusuk dan membelah segala hal yang tersembunyi (Ibrani 4:12). Semua itu melukiskan betapa kuat dan dahsyatnya firman Tuhan.

Namun sebaliknya (more…)

Comments Off

Oct 23 2009

Tifatul Sembiring

Published by hojotmarluga under Uncategorized

Comments Off

Next »