Nov 19 2009

Marandus Sirait

Published by hojotmarluga under Uncategorized

Comments Off

Nov 18 2009

Roh Kudus Bersaksi. Tapi Kamu Juga.

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Kamis 19 November 2009:

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.  (Yohanes 15:26-27)

Kita semua, tanpa kecuali, dipanggil untuk bersaksi kepada dunia ini siapa dan bagaimana Yesus Kristus yang kita imani. Tugas panggilan bersaksi itu kita terima dari Yesus Kristus sendiri. Kamu adalah saksi dari semuanya ini (Lukas 24:48). Kamu akan menerima Roh Kudus dan menjadi saksiKu mulai dari Yerusalem sampai ujung bumi. (Kis 1:8).

Para rasul taat kepada panggilan bersaksi itu. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. (Kis  2:32). Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, (more…)

Comments Off

Nov 17 2009

“Pesta Ultah” Ruma Metmet

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

 dua-tahun-rumametmet-2009.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

26 November nanti Blog Ruma Metmet berusia dua tahun. Sempat terbersit di hati saya  ingin membuat pesta ulang tahun, semacam pesta ultah anak-anak kota jaman sekarang, lengkap kue tart berlilin dan balon warna-warni. Namun niat itu buru-buru saya urungkan. Bukan karena negeri ini sedang prihatin dengan masalah kriminalisasi (peng-impoten-an?) KPK dan pelacuran hukum, namun karena saya  ingin pesta ultah dilakukan tetap di Ruma Metmet sendiri atau di dunia maya bukan di negeri nyata.  Namun masalahnya saya tidak tahu bagaimana caranya membuat pesta di dunia maya apalagi dengan kue tart dan balon virtual.

Sebab itu daripada pusing-pusing  memikirkan bagaimana membuat pesta di dunia maya, mending saya mengajak kawan-kawan bercakap-cakap. Bukan hanya sekadar untuk memuji-muji (atau sebaliknya memaki-maki) rumah kecil dan sederhana yang saya dirikan ini, melainkan tentang peran dan kedudukan blog-blog di negeri bernama Indonesia, lebih sempit di komunitas Kristen Batak moderen. Setelah munculnya Facebook sebagai “pilar kelima” demokrasi, masih tetap bermakna dan relevankah blog tunggal ala warung ujung gang seperti Ruma Metmet ini? Dari sini kemanakah kita harus pergi? Atau jika pertanyaan-pertanyaan itu  tidak menarik, bisakah menduga apa yang terjadi dengan diri saya jika tiba-tiba dipaksa berhenti menulis di Ruma Metmet ini? :-)

Comments Off

Nov 17 2009

Sorga Mendekat

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Rabu 18 November 2009:

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Markus 10:7)

Biasanya kita membayangkan sorga (juga Allah)  nun jauh di sana, yang hanya dapat dicapai sesudah kita mati dan di masa depan yang tidak terperi. Sebab itu dalam hati banyak orang ada pendapat hanya melalui kematian sajalah kita dapat mencapai sorga tersebut.

Namun hari ini kita mendapat pemahaman sebaliknya. Yesus mengatakan Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah justru telah dan sedang mendatangi kita. Kita tidak perlu  pergi jauh-jauh entah kemana untuk meraih sorga itu sebab sorga itu justru telah turun menghampiri kita. Kita tidak perlu mengembara dan bertapa mencari Allah sebab Dia sendiri yang datang menjumpai kita. Kerajaan sorga telah datang ke dunia. Allah Sang Raja telah masuk ke dalam kenyataan hidup kita.

Pertanyaan sekarang: apa dan bagaimana kita selayaknya menyambut kemuliaan sorga yang mendekat mendatangi hidup kita di dunia ini? Apakah jawaban kita terhadap Allah yang berkenan memasuki dan hadir dalam realitas hidup kita? Selanjutnya bagaimana kita ikut meneruskan berita ini supaya semakin banyak orang merasakan dan mengalami kedatangan sorga dan Allah dalam hidupnya juga?

Doa:

Ya Allah, jiwa kami bersyukur sebab Engkau telah datang dan hadir dalam hidup kami.  Apa dan bagaimana sepantasnya kami menyambut kehadiranMu dalam realitas hidup kami? Ya Allah, mampukanlah kami mengubah dan membaharui hidup kami agar sesuai dengan kasih dan kemuliaanMu yang telah Kaunyatakan dalam hidup kami itu. Dan biarlah kami  mewartakan kedatangan sorgaMu itu ke sekitar kami agar semakin banyak orang merasakan kasihMu dan memuliakan namaMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Comments Off

Nov 16 2009

Dibabat Semakin Merambat

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Selasa 17 November 2009:

Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. (1 Tesalonika 2:2)

Kesukaran dan penderitaan tidak harus dicari melainkan sedapat mungkin dihindari. Sebagai orang beriman kita juga harus berusaha hidup damai dan tenteram serta tidak mencari gara-gara dengan sekitar. Satu lagi: selalu introspeksi dan mengkoreksi diri dan tidak menganggap diri selalu yang paling benar. (more…)

Comments Off

Nov 15 2009

Pewarta Atau Pengajar Firman

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Senin 16 November 2009:

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timotius 4:2)

Tuhan Allah memberikan firman atau perkataanNya kepada semua umatNya, bukan hanya kepada segelintir orang. Firman Tuhan bukan privilese atau hak istimewa sekelompok orang (pendeta, penginjil dan penatua). Tidak ada satu orang  atau golongan pun yang dapat memonopoli firman Tuhan, menyatakan dirinya satu-satunya agen, jurubicara atau wakil Tuhan. Kita akui, memang untuk ketertiban banyak gereja membuat aturan bahwa hanya pelayan tahbisanlah yang boleh berkotbah di mimbar gereja saat ibadah, namun di rumahnya dan di kehidupan sehari-hari semua orang beriman boleh dan bahkan harus menyampaikan firman Tuhan yang didengarnya. (more…)

Comments Off

Nov 14 2009

terpikir melihat tokoh dari buku

Published by goklas under Uncategorized

Dua minggu terakhir, aku ikut ambil bagian melakukan wawancara terhadap calon karyawan untuk mengisi kekosongan personil di divisi mana aku berada. Salah satu pertanyaan ’standar’ yang selalu kami ajukan kepada kandidat adalah, bagaimana orang terdekat menggambarkan sang kandidat. Sebuah pertanyaan yang [menurutku] minimal menggambarkan dua hal. Pertama adalah kejujuran sang kandidat. Yang berikutnya, pewawancara mengetahui sifat sang kandidat [entah sikap yang positif atau yang negatif] berdasarkan pendapat orang lain.

Buatku pribadi, tujuan kedua agak sulit juga dicapai. Karena, pasti akan bias. Bisa saja, dengan niat ‘menjual diri’, sang kandidat akan memberi jawaban yang bagus saja. Atau bisa juga dengan latar belakang sungkan, sang kandidat tidak mengungkapkan apa adanya. Selain itu, entah mengapa, menurutku latar belakang budaya sebagai bangsa timur, membuat seseorang [mungkin tidak semua orang] tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan apa yang menjadi kelebihannya [juga termasuk kekurangannya].

Dengan demikian, aku percaya bahwa bila ingin melihat kepribadian atau sifat seseorang, cobalah lihat atau tanya pendapat orang lain tentang dia. Bukan semata dari apa yang disampaikan orang yang hendak kita nilai. Dengan demikian, kesan subjektif bisa dibuang.

Terkait dengan itu, saat ini aku juga sedang membaca dua buku tentang dua orang pemimpin bangsa ini. Presiden dan Wakil Presiden periode sebelum sekarang. Dua buku yang hampir mirip. Dua buku yang terbit hampir bersamaan, memuat pendapat orang lain tentang sang tokoh. Buku pertama, “Energi Positif” bercerita tentang sang presiden. Sementara sebagaimana judulnya yang, “Mereka Bicara JK” bercerita soal sang wakil. Keduanya ditulis oleh beragam tokoh. Mulai dari birokrat, tokoh politik, tokoh agama, wartawan, kalangan dekat dan sebagainya.

Terus terang aku belum selesai membaca keduanya. Karena aku membaca tidak seperti membaca fiksi yang runut dari awal hingga akhir. Namun langsung kepada tulisan orang per orang mengenai sang tokoh. Namun yang aku tangkap dari apa yang aku baca, menurutku menggambarkan bagaimana sang tokoh yang sedang dibahas.

Membaca dan membandingkan kedua buku, mau tak mau pikiranku langsung tertuju pada keseharian mereka berdua. Yeah, setidaknya yang terlihat di media pastinya. Karena hanya itu sarana yang aku punya. Membaca kedua buku membuatku berpikir bahwa bukunya sendiri seperti sang tokoh.

Energi Positif, menyambut ditetapkannya sang presiden sebagai tokoh berpengaruh versi sebuah majalah berita ternama. Diisi dengan tulisan yang, menurutku lebih mirip buku teks yang kalau tidak sedang menghadapi ujian bisa dilupakan. Beberapa bagian tulisan malah bercerita soal lain, bukan soal sang tokoh.

Alih alih bercerita soal tokoh, seorang penulis malah lebih banyak bercerita soal krisis keuangan global termasuk PDB dan nilai tukar rupiah di halaman 136 sampai 144. Bah! Mungkin memang keahlian penulis ada disana. Terbukti beliau termasuk yang dipilih menjadi pembantu sang Presiden diperiode kedua. Meski sempat ‘dipermainkan’ saat pelantikan dan ketika hendak mengikuti sidang kabinet. Kesan menggambarkan sang Presiden, aku buang dengan sub judul buku itu, ‘Opini 100 Tokoh Mengenai Indonesia di Era SBY’.

Berbeda dengan Energi Positif, Mereka Bicara, seperti melihat keseharian JK yang bersahaja, apa adanya dan blak blakan. Terkesan tidak suka dengan aturan protokoler. Tulisan yang ada juga apa adanya. Mulai dari pemilihan judul hingga materi tulisan. Lihatlah misalnya ada yang menulis dengan judul, ‘Dia Tak Punya Naluri Politikus’ (halaman 53). Atau lihat juga tulisan mantan rektor perguruan tinggi ternama yang dengan bebas bilang, “…Kalau kesal, ya kesal sekali waktu JK bilang ‘bubarkan Ristek’ itu. Empet banget! Kalimat kalimat menohok beliau….”

Demikianlah. Seperti yang sudah sampaikan,membaca kedua buku [terlepas dari tujuan penerbitan dan sub judul buku pertama diatas], seperti berhadapan langsung dengan sang tokoh. Yang satu lebih kepada persoalan makro dan gambaran besar. Sementara yang lain bicara langsung kepada tujuan dan apa adanya.

Comments Off

Nov 12 2009

Korban Kepada Allah: Berbuat Baik Kepada Sesama

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Jumat 13 November 2009:

Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.  (Ibrani 13:16)

Allah adalah pemilik langit dan bumi ini serta segala isinya. (Mazmur 24:1, 50:10, 89:12)  Dia maha kaya. Jika Tuhan Allah lapar atau haus tidak perlu meminta kepada kita. Aktifitas Tuhan Allah tidak tergantung kepada kemurahan atau belas kasihan kita. Sebaliknya, kitalah yang membutuhkan pertolongan Allah dan menggantungkan hidup kepada belas kasihanNya. Sebab itu apakah yang dapat kita beri kepada Allah? Bukankah segala yang ada pada kita berasal dari Dia? (more…)

Comments Off

Nov 12 2009

HKBP Berbenah. Dukunglah.

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Oleh: Daniel T.A. Harahap
Rapat MPS (Majelis Pekerja Sinode) HKBP 10-11 November 2009 di Hotel Pardede Internasional Medan telah berakhir dan dilanjutkan dengan Rapat Praeses. Saya pun berkemas-kemas pulang ke Serpong, ingin segera bertemu dengan kawan-kawan Panitia membicarakan persiapan teknis Seminar Bolon Hakristenon Hamajuon Habatakon membicarakan Sabtu 14 November ini di Hotel Borobudur.

Agenda utama Rapat MPS ini adalah (more…)

Comments Off

Nov 11 2009

Beban Hidup: Harus, Tidak Perlu, Atau Dibagi Saja

Published by Daniel T.A. Harahap under Uncategorized

Almanak Kamis 12 November 2009:

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Hidup ini kadang  diibaratkan sedang memikul atau memanggul barang di jalan jauh dan mendaki. Artinya: sangat melelahkan. Lantas apa yang harus kita lakukan?

Pertama kita baiklah kita merenung ulang tentang berbagai hal yang kita rasakan sebagai beban yang memberatkan hidup. Sebagian dari beban itu mungkin bisa dibuang atau ditinggalkan karena memang tidak perlu. Dosa dan kesalahan masa lalu, perasaan-perasaan malu, penolakan terhadap diri sendiri adalah beban berat yang harus ditinggalkan. Dengan mengakui dosa dan menerima pengampunan, menerima diri kita dikasihi Allah dan berdamai dengan diri sendiri, menghilangkan kekuatiran membuat hidup kita terasa melegakan dan ringan.

Kedua: ada beban yang (more…)

Comments Off

« Prev - Next »

replica watches